Pesen Buku ke Calo…. doorpreze@yahoo.com

September 19, 2008 at 2:00 pm | In Kampus | Leave a Comment

Buku – buku yang kalian cari bisa murah, tinggal pesen judul yang kalian mau ntar gw cariin bajakannya…

email aja doorpreze@yahoo.com

Rujukan buat kalian cari buku:

Akuntansi Biaya:
1. Hammer & Usry, 1994, ‘Cost Accounting’, South Western Publishing
2. Horngren, Charles T., 1991, ‘Cost Accounting’, Prentice Hall
3. Ibnu Subiyanto, 1993, ‘Akuntansi Biaya’, Jakarta, Gunadarma
4. Mulyadi, 1993, ‘Akuntansi Biaya’, Yogyakarta : BP STIE YKPN
5. Mardiasmo, 1994, ‘Akuntansi Biaya’, Penentuan HPP, Yogyakarta : Andy Offset
6. Supriyono, 1993, ‘Akuntansi Biaya’, Perencanaan & Pengendalian Biaya 1&2, Yogyakarta : BPFE

Ini Referensi Buku2 Untuk Manajemen Pemasaran :

•Kotler, Philip dan Gary Amstrong, 2003, Dasar-dasar Pemasaran, Alih Bahasa oleh Alexander Sindoro, Edisi Kesembilan, Jilid 1, PT. Indeks Kelompok Gra media, Jakarta

•Kotler, Philip dan Gary Amstrong, 2004, Dasar-dasar Pemasaran, Alih Bahasa oleh Alexander Sindoro, Edisi Kesembilan, Jilid 2, PT. Indeks Kelompok Gra media, Jakarta

•Craven, David W. 2004, Marketing Strategy, McGraw Hill

•Robert B. Widjaja 2004, A Market-Driven Corporate Strategy: Solusi holistik untuk tantangan dan peluang masa depan, Tirta Pustaka, Jakarta

DAFTAR REFERENSI MANAJEMEN KEUANGAN

1. Fred J.Weston & Eugene F Brigham, Essential of Managerial Finance, Ninth Edition, The Dryden Press, Florida, 1993
2. James C.Van Horn & John M Wachowicz, Jr,. Fundamentals of Financial Management, Ninth Edition, Prentice Hall, New Jersey, 1998
3. Miswanto & Eko Widodo, Manajemen Keuangan I, Gunadarma, 1998
4. Keown Scott, Dasar Manajemen Keuangan 1 & 2 , Salemba Empat
5. Brigham, Financial Managemen, Principles and Practice, 2 nd Edition, Prentice Hall, 2000
6. Bambang Riyanto, Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan, Edisi 4, Yayasan Penerbit Gajah Mada, Yokyakarta, 1999
7. Lukas Setia Atmaja, Manajemen Keuangan, Edisi Revisi, Penerbit Andi, Yogyakarta, 2002
8. Martono dan D.Agus Harjito, Manajemen Keuangan , Edisi Pertama, Penerbit Ekonisia, Kampus FE UII, Yogyakarta, 2001
9. Sutrisno, Manajemen Keuangan : Teori, Konsep dan Aplikasi, Penerbit Ekonisia FE UII, Yogyakarta, 2000

Semoga bermanfaat dan kalian bisa cari bukunya…..

Kasian om belom makan….

September 15, 2008 at 4:51 pm | In Diary, Kampus | Leave a Comment
Sudah ganti kostum nih....

Sudah ganti kostum nih....

Om kasian om… minta uangnya om…. buat beli laptop…..

Beginilah bualn ramadhan… memang benar bulan penuh berkah. Buktinya tiap kali mulai bulan puasa pengemis di Jakarta bertambah tak karuan. Jakarta ini kaya tai sapi yang di kerubutin laler maksudku tempatnya orang yang dengan gampang di perdayai…  Mereka dengan kostum masing2 bahkan ada yang bawa anak serta istri dengan belajar sandiwara di padepokan kolong jembatan dan modal muka memelas. Mereka cukup meyakinkan hingga kitapun iba di buatnya…….

Cari yang Haram aja susah mas…. apalagi yang Halal………

PS “Sapa suruh datang Jakarta” tonton tuh film……

Maksih om.... lumayan perbaikan gizi...

Maksih om.... lumayan perbaikan gizi...

Inget Mikro Ekonomi Pak Marihot

September 13, 2008 at 9:59 pm | In Diary | Leave a Comment

Kelas Perdana itulah yang jadi agenda utama pertemuan minggu ini di kampus. Hari Jumat pelajaran Mikro Bapak Marihot, kebetulan gue datang telat. Begitu masuk rasanya kelas angker banget……. (serasa seisi kelas lagi di interogasi sapa yang nyolong ayam pak RT…. Tegang banget). Dan bener aja begitu 5 menit di kelas langsung ke baca Mr Marihot lagi datang bulan gak teratur ( biasalah emosinya labil…. He he he makanya minum Kiranti dong). Udah ah gue jadi malles ngomongin Jumat kelabu…..

O… iya gue inget surat Radith tentang Mikro Ekonomi kepad Ibu menteri yang sepertinya Pak Marihot juga lagi nerangin masalah Supply & Demand. Berikut suratnya : PENYEBAB NAIKNYA HARGA TAHU/TEMPE YANG SEBENARNYA

Penyebab Naiknya Harga Tahu/Tempe yang SEBENARNYA

Kpd. Yth Ibu Sri Mulyani
Menteri Keuangan
Di Tempat.

Dengan hormat,

Selamat siang Ibu, apa kabar? Mungkin Ibu tidak kenal sama saya, karena saya tidak kenal sama Ibu. Mungkin Ibu kenal sama Joko, pedagang teh botol di depan Departemen Keuangan, nah itu sahabat karib saya.. kita dulu sering maen layangan bareng, sampai akhirnya dia mati ditabrak tukang es krim Walls. Baik sekali si Joko itu, gampang dihutangin. Mungkin Ibu juga kehilangan Joko, saya dengar dia termasuk tukang teh botol yang baik hati. Maaf, saya jadi ngelantur, ini pertama kali saya menulis surat kepada seorang Menteri. Kecuali Menteri sunat waktu SD dulu, eh tunggu.. itu mantri, deng.

Maksud saya menulis surat ini adalah berbagi hasil analisa saya terhadap naiknya harga tahu dan tempe. Naiknya harga tersebut, bukanlah karena kurangnya produksi kedelai lokal, seperti yang diberitakan di koran-koran. Ya, bukan. Ibu kaget kan? Saya juga. Mama saya kaget. Adek saya kaget. Pembantu saya juga kaget, tapi kalo dia kaget ngeliat tiba-tiba Deni Cagur & Mama Heni tereliminasi di Supermama. Oh, Ibu juga kaget? Tidak udah khawatir, Bu, masih ada Kiki Farel & Mama Dahlia. Maaf, kalo ngomongin Supermama saya jadi susah fokus.

Langsung saja saya beritahukan kepada Ibu,
penyebab naiknya harga tahu dan tempe adalah: Kangen Band.

Ya, mungkin Ibu terkaget-kaget. Mungkin Ibu menganga tidak percaya. Mungkin Ibu suka poco-poco, saya juga suka. Memang, saya juga kaget ketika saya mengetahui fakta ini. Apa hubungan Kangen Band dengan harga tahu/tempe? Karena eh karena, pedagang tahu/tempe dan tempe terinspirasi oleh sukses Kangen Band yang berangkat dari tukang cendol. Mereka pun beramai-ramai main band, berharap juga jadi terkenal. Mereka pun berhenti jualan tahu/tempe.

Hal ini sangat berimbas terhadap perekonomian kita: supply tahu/tempe di pasaran jadi berkurang karena gak ada yang jualan, karena supply berkurang, harga menjadi naik (sesuai dengan hukum ekonomi). Biar gampang, berikut grafik yang saya siapkan untuk menjelaskan fenomena bombastis ini:

pengaruh kemunculan Kangen Band terhadap harga tahu/tempe

Kurva supply sebelum ada Kangen Band (S) bergeser menjadi Si. Sedangkan, kurva demand (D) tetap. Imbasnya: kuantitas turun, harga naik. Bisa kita lihat, ternyata kehadiran Kangen Band secara otomatis berpengaruh besar terhadap kenaikan harga tahu/tempe. Serem sekali, bukan?

Harap Ibu ketahui, saya penggemar berat Kangen Band. Saya tidak ada maksud untuk memojokkan Kangen Band. Untuk membuktikan cinta saya, saya membuat Band bernama Chong, dengan harapan ketika main bareng kami bisa berentet disebut menjadi Kangen Band Chong. Ibu juga suka Kangen Band? Oh tidak makasih? Gak papa kok, Bu. Peace.

Sekian surat saya, semoga menjadi bahan pertimbangan untuk kebijakan-kebijakan ekonomi yang akan datang. Sekadar informasi, saya ini orang yang pintar. Bukan pintar ekonomi-matematika, tapi benar-benar orang pintar: bisa ngeliat hantu, masukin jin ke dalam botol, gitu-gitu deh. Solusi saya untuk krisis harga tahu/tempe ini cukup simpel: kawinkan saya dengan Sandra Dewi. Saya tidak tahu apakah harga akan turun, yang jelas saya akan sangat bahagia.

Oh ya, sekalian… ibu tertarik ikut MLM? Ini MLM susu pelangsing buktinya teman sekantor Nur Asiah sudah turun 7 kg, mungkin bisa jadi pertimbangan.
Saya kebetulan punya produk bagus. Terimakasih.

Hormat saya,

Raditya Dika
Warga Negara yang Peduli & Gaul Berat

Say Hi…. to Online Diary

September 13, 2008 at 4:24 pm | In Kampus | 1 Comment
Bhakti Sosial

My Inspirasi... My frenz

Salam buat temen2 semua, terima kasih kalian sudah mengisi warna di hidupku…. (kaya kaleng cat di isi warna… mejiku hibiu…..). kalian menjadi sumber inspirasi bagiku dan menjadi semangat. Gak nyangka dari kejadian harian yang sepertinya biasa saja bisa jadi luar biasa berkat kalian. Thanks for all…..

“Sejujurnya, menulis catatan harian adalah pengalaman yang masih asing bagiku. Bukan hanya karena aku belum pernah menulis sebelumnya, tetapi karena aku juga khawatir bila kelak ternyata tidak akan ada yang tertarik dengan tulisan kacau dan mungkin juga bisa meracuni isi otak pembaca (kaya hasan yang sudah jadi santri bejat maksudku agak melenceng he he he

Tapi biarlah, itu bukan masalah. Aku suka menulis, banyak hal yang terlampau menarik dan luar biasa dalam hatiku, akan aku tumpahkan lewat tulisan. … Sekarang, aku akan mengatakan alasan yang akan mendorongku untuk memiliki buku harian, tidak lain karena : aku tidak memiliki sahabat karena ku khan pendiam lugu dan gak banyak omong ( pasti klo kalian gue bilangin gini protes). Untuk benar-benar menghadirkan sahabat yang telah aku impikan dalam khayalku, barangkali aku tidak akan menulis melulu seperti yang dilakukan kebanyakan orang. Aku ingin, buku harian ini menjadi teman dan sahabatku, karenanya aku akan memberi dan memanggil teman satu ini dengan nama ‘Daily’”

He he he ngeri ya, kaya gak ada teman beneran. Menulis adalah kelemahan saya sedari dulu, sedari jaman belum sekolah. Dan saat saya memasuki sekolah dasar saya bertemu dengan pelajaran bahasa indonesia. Pelajaran yang tidak saya sukai, karena ada pelajaran mengarang disana. Saya tidak bisa mengarang. Saya tidak bisa menulis sebuah karangan. Karena saya tidak mempunyai kemampuan untuk itu.

Yang terbayang pasti ini Budi, Ini Ibu Budi, Ini Bapak Budi dan semua tentang Budi… gak tau knapa otak ini sudah di racuni dijajah sama Guru SD tantang Budi andai dulu gue sudah kenal Tom Cruise pasti judul karanganku beda banget. Dan mungkin sekarang sudah jadi penulis “Mission Imposibel dengan series masuk kampung keluar kampung. kok jadi ngaco gini sih. Udah pokoknya makasih buat semuanya.

Salam Jongkok….(gak pake kentut)

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.