Kasian om belom makan….
September 15, 2008 at 4:51 pm | In Diary, Kampus | Leave a CommentOm kasian om… minta uangnya om…. buat beli laptop…..
Beginilah bualn ramadhan… memang benar bulan penuh berkah. Buktinya tiap kali mulai bulan puasa pengemis di Jakarta bertambah tak karuan. Jakarta ini kaya tai sapi yang di kerubutin laler maksudku tempatnya orang yang dengan gampang di perdayai… Mereka dengan kostum masing2 bahkan ada yang bawa anak serta istri dengan belajar sandiwara di padepokan kolong jembatan dan modal muka memelas. Mereka cukup meyakinkan hingga kitapun iba di buatnya…….
Cari yang Haram aja susah mas…. apalagi yang Halal………
PS “Sapa suruh datang Jakarta” tonton tuh film……
Inget Mikro Ekonomi Pak Marihot
September 13, 2008 at 9:59 pm | In Diary | Leave a CommentKelas Perdana itulah yang jadi agenda utama pertemuan minggu ini di kampus. Hari Jumat pelajaran Mikro Bapak Marihot, kebetulan gue datang telat. Begitu masuk rasanya kelas angker banget……. (serasa seisi kelas lagi di interogasi sapa yang nyolong ayam pak RT…. Tegang banget). Dan bener aja begitu 5 menit di kelas langsung ke baca Mr Marihot lagi datang bulan gak teratur ( biasalah emosinya labil…. He he he makanya minum Kiranti dong). Udah ah gue jadi malles ngomongin Jumat kelabu…..
O… iya gue inget surat Radith tentang Mikro Ekonomi kepad Ibu menteri yang sepertinya Pak Marihot juga lagi nerangin masalah Supply & Demand. Berikut suratnya : PENYEBAB NAIKNYA HARGA TAHU/TEMPE YANG SEBENARNYA
Penyebab Naiknya Harga Tahu/Tempe yang SEBENARNYA
Kpd. Yth Ibu Sri Mulyani
Menteri Keuangan
Di Tempat.
Dengan hormat,
Selamat siang Ibu, apa kabar? Mungkin Ibu tidak kenal sama saya, karena saya tidak kenal sama Ibu. Mungkin Ibu kenal sama Joko, pedagang teh botol di depan Departemen Keuangan, nah itu sahabat karib saya.. kita dulu sering maen layangan bareng, sampai akhirnya dia mati ditabrak tukang es krim Walls. Baik sekali si Joko itu, gampang dihutangin. Mungkin Ibu juga kehilangan Joko, saya dengar dia termasuk tukang teh botol yang baik hati. Maaf, saya jadi ngelantur, ini pertama kali saya menulis surat kepada seorang Menteri. Kecuali Menteri sunat waktu SD dulu, eh tunggu.. itu mantri, deng.
Maksud saya menulis surat ini adalah berbagi hasil analisa saya terhadap naiknya harga tahu dan tempe. Naiknya harga tersebut, bukanlah karena kurangnya produksi kedelai lokal, seperti yang diberitakan di koran-koran. Ya, bukan. Ibu kaget kan? Saya juga. Mama saya kaget. Adek saya kaget. Pembantu saya juga kaget, tapi kalo dia kaget ngeliat tiba-tiba Deni Cagur & Mama Heni tereliminasi di Supermama. Oh, Ibu juga kaget? Tidak udah khawatir, Bu, masih ada Kiki Farel & Mama Dahlia. Maaf, kalo ngomongin Supermama saya jadi susah fokus.
Langsung saja saya beritahukan kepada Ibu,
penyebab naiknya harga tahu dan tempe adalah: Kangen Band.
Ya, mungkin Ibu terkaget-kaget. Mungkin Ibu menganga tidak percaya. Mungkin Ibu suka poco-poco, saya juga suka. Memang, saya juga kaget ketika saya mengetahui fakta ini. Apa hubungan Kangen Band dengan harga tahu/tempe? Karena eh karena, pedagang tahu/tempe dan tempe terinspirasi oleh sukses Kangen Band yang berangkat dari tukang cendol. Mereka pun beramai-ramai main band, berharap juga jadi terkenal. Mereka pun berhenti jualan tahu/tempe.
Hal ini sangat berimbas terhadap perekonomian kita: supply tahu/tempe di pasaran jadi berkurang karena gak ada yang jualan, karena supply berkurang, harga menjadi naik (sesuai dengan hukum ekonomi). Biar gampang, berikut grafik yang saya siapkan untuk menjelaskan fenomena bombastis ini:

pengaruh kemunculan Kangen Band terhadap harga tahu/tempe
Kurva supply sebelum ada Kangen Band (S) bergeser menjadi Si. Sedangkan, kurva demand (D) tetap. Imbasnya: kuantitas turun, harga naik. Bisa kita lihat, ternyata kehadiran Kangen Band secara otomatis berpengaruh besar terhadap kenaikan harga tahu/tempe. Serem sekali, bukan?
Harap Ibu ketahui, saya penggemar berat Kangen Band. Saya tidak ada maksud untuk memojokkan Kangen Band. Untuk membuktikan cinta saya, saya membuat Band bernama Chong, dengan harapan ketika main bareng kami bisa berentet disebut menjadi Kangen Band Chong. Ibu juga suka Kangen Band? Oh tidak makasih? Gak papa kok, Bu. Peace.
Sekian surat saya, semoga menjadi bahan pertimbangan untuk kebijakan-kebijakan ekonomi yang akan datang. Sekadar informasi, saya ini orang yang pintar. Bukan pintar ekonomi-matematika, tapi benar-benar orang pintar: bisa ngeliat hantu, masukin jin ke dalam botol, gitu-gitu deh. Solusi saya untuk krisis harga tahu/tempe ini cukup simpel: kawinkan saya dengan Sandra Dewi. Saya tidak tahu apakah harga akan turun, yang jelas saya akan sangat bahagia.
Oh ya, sekalian… ibu tertarik ikut MLM? Ini MLM susu pelangsing buktinya teman sekantor Nur Asiah sudah turun 7 kg, mungkin bisa jadi pertimbangan.
Saya kebetulan punya produk bagus. Terimakasih.
Hormat saya,
Raditya Dika
Warga Negara yang Peduli & Gaul Berat
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.


